Pelajaran Sekolah Sabat
Search
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Who is online?
In total there is 1 user online :: 0 Registered, 0 Hidden and 1 Guest

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 8 on Sat Aug 27, 2016 2:59 pm
Latest topics
» AHAD 4 Disember
Fri Dec 02, 2011 3:31 am by admin

» Pelajaran 11 _ *3-9 Disember
Fri Dec 02, 2011 3:30 am by admin

» JUMAAT 2 Disember
Fri Dec 02, 2011 3:28 am by admin

» KHAMIS 1 Disember
Fri Dec 02, 2011 3:27 am by admin

» RABU 30 November
Fri Dec 02, 2011 3:24 am by admin

» SELASA 29 November
Fri Dec 02, 2011 3:21 am by admin

» ISNIN 28 November
Fri Dec 02, 2011 3:20 am by admin

» AHAD 27 November
Fri Dec 02, 2011 3:15 am by admin

» Pelajaran 10 _ *26 November – 2 Disember
Fri Dec 02, 2011 3:13 am by admin

Top posting users this month


KHAMIS 10 November

View previous topic View next topic Go down

KHAMIS 10 November

Post by admin on Sun Nov 13, 2011 8:30 am


Hukum dan Umat Percaya (Galatia 3:25)


Ramai orang yang mengambil pengertian kepada ulasan Paulus dalam
Galatia 3:25 sebagai bermaksud satu penolakan sepenuhnya terhadap hukum
Taurat. Namun tafsiran seperti ini tidak masuk akal, sehubyngan dengan ulasan
Paulus mengenai hukum itu di ahagian lain dalam Alkitab.
Jika demikian, apakah yang dimaksudkannya?
___________________________________________________________
Pertama, kita tidak lagi berada di bawah ancaman hukum Taurat (Roma 8:3).
Sebagai umat percaya, kita berada di dalam Kristus dan menikmati kelebihan berada
di bawah kasih kurnia (Roma 6:14, 15). Hal inilah memberikan kepada kita
kebebasan untuk melayani Kristus dengan sepenuh hati, tanpa rasa takut bahawa
kita mungkin melakukan kesalahan dalam proses yang kita ikuti. Inilah kebebasan
yang sebenar dan kebebasan dalam Injil, yang sama sekali berbeza dari keadaan
yang tidak perlu menuruti hukum—yang menurut beberapa orang dianggap
sebagai suatu “kemerdekaan” di dalam Kristus. Tetapi keingkaran terhadap hukum
adalah dosa—dan dosa sama sekali bukanlah suatu kemerdekaan (Yohanes 8:34).
Sila baca Roma 8:1–3. Apakah maksud tidak lagi dipersalahkan oleh hukum?
Bagaimanakah kebenaran indah ini mempengaruhi cara kita menjalankan
kehidupan?
____________________________________________________________
____________________________________________________________
____________________________________________________________
Oleh karena sudah diampuni melalui Kristus, hubungan kita dengan
hukum sekarang telah berubah. Kita sekarang dipanggil untuk melalui satu
kehidupan yang menyenangkan Tuhan (1 Tesalonika 4:1); Paulus merujuk
kepada hal ini sebagai hidup dalam Roh (Galatia 5:18). Hal ini bukan bererti
bahawa hukum moral tidak lagi digunapakai—hal seperti ini tidak pernah
menjadi isunya. Bagaimana mungkin apabila kita sudah melihat dengan jelas
bahawa hukum itulah yang dapat menyatakan dosa?
Sebaliknya, kerana hukum itu adalah pernyataan tabiat Tuhan, dengan
menuruti hukum kita telah memantulkan tabiatNya. Tetapi lebih daripada itu,
kita tidak hanya sekadar menuruti hukum melainkan juga tauladan Yesus, yang
telah melakukan bagi kita apa yang tidak dapat dilakukan oleh hukum itu: Dia
menuliskan hukum itu dalam hati kita (Ibrani 8:10) dan memungkinkan
kebenaran yang dituntut oleh hukum digenapi dalam hidup kita (Roma 8:4).
Iaitu, melalui hubungan kita yang erat dengan Yesus, kita memiliki kekuatan
yang sebelumnya tidak pernah kita miliki, untuk menuruti hukumNya.
Sila baca Roma 8:4. Apakah yang Paulus katakan di sini? Bagaimanakah anda
dapat melihat janji ini digenapi dalam kehidupan anda? Pada masa yang
sama, disebalik apapun perubahan positif yang anda telah lalui, namun
mengapakah keselamatan itu selalu didasarkan pada apa yang Kristus telah
lakukan bagi kita dan bukan kepada hal yang lain?

admin
Admin

Posts : 177
Join date : 28/07/2011
Age : 57
Location : sandakan

View user profile http://sekolahsabat.forumms.net

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top


 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum